Blog Single

15 Feb

TIGA BEKAL KEPENGURUSAN DARI KETUM IPPNU PUSAT

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai tunas Nahdlatul Ulama memiliki tugas penting dalam menjaga gerbang masuknya anak-anak muda dari seluruh daerah. Maka ini juga merupakan amanah kepada para kader IPNU IPPNU untuk bisa menyuburkan faham Ahlussunah wal jama’ah an-Nahdliyah.

Hal tersebut disampaikan oleh Nurul Hidayatul Ummah, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPPNU dalam sambutannya di pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Bojonegoro yang diselenggarakan di Pendopo Malwopati Bojonegoro, Minggu (14/02/2021).

Selain itu, Ketua Umum IPPNU tersebut juga menyampaikan tiga hal penting sebagai bekal kepengurusan. Pertama, Ia menyebut kaderisasi sebagai hal yang paling penting dalam organisasi. Kaderisasi ini tidak hanya berlaku di Pimpinan Cabang saja, tapi juga membawahi sampai Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun Pimpinan Ranting (PR). 

“Sebab kaderisasi adalah jantung sebuah organisasi. Maka dalam perhimpunan organisasi, kaderisasi harus dilaksanakan secara masif. Ini menjadi tugas pertama rekan rekanita setelah dilantik untuk terus turun di lapangan baik di sekolah-sekolah, di desa, maupun di daerah yang harus kita telusuri bersama” tuturnya.

Lebih lanjut, perempuan lulusan Universitas Leicester, United Kingdom ini menjelaskan komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah inovasi. Inovasi menjadi sangat penting mengingat Indonesia telah memasuki industri 4.0 bahkan menyongsong industri 5.0 . Peningkatan inovasi ini bisa dilakukan jika sumber daya manusianya mumpuni. Maka, peran anak-anak muda sangat dibutuhkan untuk menjadi kontributor utama menghadapi bonus demografi tahun 2030 mendatang.

“IPNU IPPNU harus mampu menjadi bagian dari kontributor tersebut. Sehingga 2030 benar-benar menjadi bonus demografi bukan justru menjadi musibah demografi” tambahnya.

Selain kaderisasi dan inovasi, bekal kepengurusan ketiga menurut Nurul Hidayatul Ummah adalah kolaborasi. Kolaborasi harus diterapkan tidak hanya sesama pengurus dan anggota saja, tapi juga antar organisasi, antar stakeholder, government, bahkan kepemerintahan pun harus terus dikait.

 “Dalam organisasi, kita tidak bisa berdiri sendiri dan tidak bisa bekerja sendirian. Apalagi hari ini sudah musim kolaborasi, dimana kita akan menjadi lebih baik dan mumpuni jika bersama-sama” tandasnya.

Nurul juga mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah paling strategis yang bisa diambil untuk memberikan kontribusi sebagai supplier yang bisa meneruskan kancah perjuangan. Ia berharap apa yang disampaikan bisa dijadikan bahan referensi program kerja kedepan sekaligus diperhatikan dan dilakukan agar bisa tercipta SDM yang luar biasa.

Related Posts

Leave A Comment