Upaya peningkatan skill kader dalam bermedia sosial terus dilakukan, Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur menggelar acara Workshop Periksa Fakta. Kegiatan dipusatkan di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Ahad (01/12/2024). 

Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Cek Fakta Sebelum Share Berita’. Dengan menghadirkan tiga tokoh inspiratif, yakni Clara Sinta Pratiwi, Dosen UIN Satu Tulungagung, Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah, Ketua PW IPPNU Jawa Timur, serta Citra Ayuningtyas, Wakil Ketua 5 Departemen Jaringan Komunikasi dan Informasi (Jarkominfo). 

Workshop Periksa Fakta yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh ratusan peserta, mereka merupakan peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) utusan dari Sejumlah Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Jawa Timur. Mulai dari Ketua, Sekretaris serta jajaran lainnya. 

“Era yang serba digital ini banyak memberikan keuntungan bagi Gen-Z, era booming dalam membuat berbagai konten, tetapi ada hal-hal yang perlu diperhatikan, salah satunya perihal data pribadi,” kata Clara Sinta Pratiwi.

Dirinya menyebut, generasi muda saat ini harus terampil dan bijak dalam bermedia sosial, sebab selain dapat memberikan dampak positif, media sosial akan menjadi bumerang apabila tidak digunakan sebagaimana mestinya. Utamanya dalam mengelola data pribadi di media sosial.

Dijelaskannya, di Indonesia khususnya, pengguna media sosial pada usia paruh baya, kerap menjadi korban kasus penipuan dan lain sebagainya. Hal tersebut disebabkan kurangnya pemahaman dalam bermedia sosial. Diantaranya, dengan menginput data pribadi, membuat konten dengan menjelaskan informasi pribadi. Oleh karenanya, generasi muda harus berhati-hati dengan jejak digital, khususnya dalam menyampaikan ide-ide maupun data pribadi 

“Media sosial merupakan wadah informasi secara publik, cakupannya luas tanpa batas, oleh karena itu ada nilai dan etika yang harus diperhatikan agar media yang sifatnya publik ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya,”

Baca Juga :  PW IPPNU Jatim Meraih Penghargaan Komisariat Terbanyak se-Zona Jawa saat KONBES

Sementara itu, Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah mengajak kader IPPNU agar bijak dalam menggunakan media sosial. “Perlu diwaspadai dan disadari sejak dini terkait perubahan paradigma kehidupan sesungguhnya dengan kehidupan di media sosial, generasi muda harus bijak dan mempunyai controlling dalam bermedia sosial ,” jelasnya.

Menurutnya, ChatGPT merupakan sebuah kecerdasan buatan atau AI, yang mana semua informasi bermuara pada pengguna masing-masing. Makanya, penting bagi generasi muda khususnya IPPNU mengetahui dan memahami bagaimana dan apa saja dampak dalam bermedia sosial di masa yang akan datang.

“Mari manfaatkan media sosial sebaik mungkin, dengan menggali informasi dan ide-ide yang sifatnya dapat meningkatkan kapasitas diri,” imbuhnya.

Senada dengan Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah, Narasumber ketiga Citra Ayuningtyas menuturkan, sebagai generasi muda di era saat ini harus mampu menjadi garda terdepan dan benteng dalam menepis informasi yang bersifat hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

“Gunakan media sosial sebagai sarana peningkatan kapasitas diri, menebar informasi yang aktual dan sesuai dengan perkembangan teknologi,” tandas perempuan yang akrab disapa Citra tersebut.